Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Breaking News:

latest

Kuliah Umum tentang Apilkasi dan Pendaurulangan Polimer Plastik

Prodika (16/1/17) . Sebanyak 25 mahasiswa angkatan pertama Prodi Kimia FST UINAR mengikuti kuliah umum tentang aplikasi dan pendaurul...


Prodika (16/1/17). Sebanyak 25 mahasiswa angkatan pertama Prodi Kimia FST UINAR mengikuti kuliah umum tentang aplikasi dan pendaurulangan polimer plastik bersama Prof. Helmut Vogel si ruang kuliah lantai 2 gedung FST. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari dimana tanggal 16-17 Januari 2017 penyampaian kuliah oleh ahli tersebut dan 19 Januari 2017 dilakukan tes tentang kuliah tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam bidang polimer dan juga meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris melalui komunikasi aktif dalam bentuk diskusi dengan profesor dari Jerman itu.

Prof. Helmut menyampaikan materi mulai dari jenis-jenis polimer plastik beserta polimerisasi dan sifatnya, penggunaannya untuk menunjang aktivitas manusia sehari-hari, hingga proses pengolahan limbah plastik yang berorientasi pada lingkungan. Hal yang ditekankan oleh narasumber dalam kuliah ini adalah penggunaan plastik yang bijak dengan cara menggunakan seperlunya, mencegah pembuangan sampah plastik di sembarang tempat, dan pemilahan serta pemilihan jenis plastik yang sudah tidak layak pakai lagi untuk diolah secara lanjut.

Kegiatan ini juga berisi tanya jawab antara mahasiswa dengan profesor tersebut. Mulai dari sifat-sifat kimia molekul plastik hingga peluang pengembangan plastik yang ramah lingkungan. Prof. Helmut mengatakan bahwa peluang untuk menciptakan plastik dari jenis monomer yang sama sekali baru hampir tidak ada. Yang paling mungkin adalah mengembangkan teknik polimerisasi yang lebih efisien dengan modifikasi katalis dan kontrol lingkungan saat polimerisasi terjadi. Menanggapi tentang plastik ramah lingkungan, beliau sebenarnya tidak setuju jika masyarakat yang akan datang mengandalkan bahan plastik ramah lingkungan. Sikap ini muncul karena dimungkinkan timbulnya kecenderungan untuk malas dalam penggunaan bahan tersebut (buang sampah sembarangan-red) yang didasari pada pola pikir yang mengaitkan ramah lingkungan sama dengan materi akan diuraikan secara alami di lingkungan. Hal ini dapat menyebabkan terganggunya keseimbangan ekosistem dan lingkungan secara umum. (AP)

Tidak ada komentar